Percontohan Taman Nasional Nol Sampah: Kini Ada di Gunung Rinjani

Admin/ Juni 2, 2025/ Berita, Nasional

Percontohan Taman Nasional dengan konsep nol sampah kini resmi diterapkan di Gunung Rinjani, Lombok, sebuah langkah progresif dalam upaya pelestarian alam dan pengelolaan limbah di destinasi wisata. Inisiatif ini menargetkan pengurangan drastis sampah yang dihasilkan oleh pendaki dan pengunjung, terutama sampah plastik yang selama ini menjadi masalah serius bagi ekosistem gunung.

Program “Go Rinjani Zero Waste 2025” merupakan kolaborasi antara Balai Taman Nasional Gunung Rinjani (TNGR), operator tur, komunitas lokal, dan pendaki. Tujuan utamanya adalah memastikan bahwa setiap sampah yang dibawa naik ke gunung, juga harus dibawa turun kembali. Ini adalah model untuk Percontohan Taman Nasional lainnya di Indonesia.

Salah satu kebijakan kunci dari Percontohan Taman Nasional ini adalah larangan membawa air minum kemasan botol plastik, mi instan dalam kemasan primer, makanan/minuman kaleng, dan styrofoam. Pendaki diwajibkan untuk menggunakan wadah yang dapat digunakan ulang, seperti botol air isi ulang dan kotak makanan, untuk meminimalkan limbah dari sumbernya.

Pihak TNGR telah menyiapkan pos-pos pemeriksaan di jalur pendakian untuk memverifikasi barang bawaan pendaki. Selain itu, edukasi mengenai prinsip-prinsip nol sampah juga diberikan kepada setiap pendaki dan operator tur sebelum memulai perjalanan, memastikan pemahaman dan kepatuhan terhadap aturan baru ini dalam Percontohan Taman Nasional tersebut.

Dampak positif dari program ini sudah mulai terlihat. Volume sampah yang berhasil ditekan mencapai 90 persen di kawasan Taman Nasional Gunung Rinjani. Ini merupakan pencapaian signifikan yang menunjukkan bahwa dengan komitmen dan sinergi berbagai pihak, masalah sampah di kawasan konservasi dapat diatasi secara efektif.

Keberhasilan Rinjani sebagai Percontohan Taman Nasional nol sampah diharapkan dapat menginspirasi dan direplikasi di taman nasional lainnya di seluruh Indonesia. Model ini membuktikan bahwa pariwisata berkelanjutan bukan hanya cita-cita, melainkan sesuatu yang bisa diwujudkan dengan kebijakan yang tepat dan partisipasi aktif dari semua pemangku kepentingan.

Inisiatif ini juga selaras dengan agenda nasional untuk mengurangi sampah plastik dan mendukung ekonomi sirkuler. Dengan mengurangi jejak karbon dan dampak lingkungan dari pariwisata, Gunung Rinjani tidak hanya menjaga keindahan alamnya tetapi juga berkontribusi pada upaya global melawan krisis iklim.

Share this Post